Di sebuah sudut ruangan berlantai keramik yang teduh di Desa Paya Unoe, Kecamatan Rantau Peureulak, berdiri seorang gadis kecil dengan rambut dikuncir rapi. Ia bernama Zuhra, dan hari ini merupakan hari yang spesial baginya.
Di belakangnya, terdapat sebuah spanduk biru menjulang tinggi bertuliskan “DUKUNGAN PSIKOSOSIAL BAGI ANAK” — tanda bahwa Zuhra sedang berada dalam kegiatan PSS (Psychosocial Support) CMC Indonesia yang didukung oleh PLAN International. Kegiatan ini dirancang untuk membantu anak-anak mengekspresikan perasaan dan membangun ketahanan mental melalui aktivitas kreatif.
Dengan mata berbinar penuh kebanggaan, Zuhra mengangkat kedua tangannya. Di kedua telapak tangannya yang mungil, terdapat masing-masing Kupu – Kupu kertas berwarna pink dan ungu — hasil karya origaminya sendiri. Kupu – kupu itu terbuat dari kertas lipat yang dilipat dengan cermat, sayapnya terbentang seolah siap terbang membawa impian-impian kecil Zuhra ke langit biru.
“Ini kupu – kupu bahagia, Kak!” serunya dengan senyum manis yang membuat siapa pun yang melihatnya ikut tersenyum.
Baju kotak-kotak dengan gambar kelinci dan beruang yang ia kenakan tampak ceria, mencerminkan suasana hatinya saat itu. Di ruangan ini, Zuhra belajar bahwa perasaan bisa diwujudkan dalam bentuk karya tangan, bahwa kesedihan bisa diceritakan, dan bahwa kebahagiaan bisa dibagi — bahkan hanya melalui kupu – kupu kertas.
Hari itu, Zuhra tidak hanya membawa pulang kupu – kupu kertas. Ia juga membawa pulang keyakinan bahwa ia memiliki tempat bercerita, tempat bermain, dan tempat tumbuh — tepat di komunitasnya sendiri di Desa Paya Unoe.
Dan mungkin, suatu hari nanti, kupu-kupu kertas itu akan mengingatkannya pada hari ketika ia belajar bahwa dukungan bisa datang dalam bentuk sederhana: secarik kertas, lipatan tangan, dan senyuman hangat dari teman-teman barunya.

